Laksanakan Tri Darma Pendidikan, Shuffah al-Quran adakan Seminar Kesehatan

Muhajirun – Untuk melakasanakan Tri Darma Pendidikan, Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud akan mengadakan Seminar Kesehatan yang bertajuk “Kesehatan Islami, Kupas Tuntas Kesehatan ala Rasulullah” pada Sabtu (27/4), mendatang.

“Sesuai visi dan misi kami, acara ini diselenggarakan untuk melaksanakan program Tri Darma Perguruan Tinggi dan dapat berperan aktif mengambil bagian bersama elemen masyarakat lainnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa yang bersifat kritis dan strategis,” kata Wakil Ketua II bidang Akademik, Lili Sholehuddin.

Mengacu Tri Darma Pendidikan, Lili mengatakan Shuffah al-Quran merupakan Perguruan Tinggi yang menyediakan dan melayani beragam kajian multidisipliner berbasis al-Quran dan tidak mengenal dikotomi antar satu bidang ilmu dengan lainnya.

“Ini salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, selain sebagai lembaga pendidikan, kami sebagai dosen memiliki tanggung jawab untuk mentransfer ilmu yang kami miliki,” ungkapnya.

Lili menjelaskan, bahwa Shuffah al-Quran sudah menyelenggarakan kegiatan-kegiatan besar berskala nasional, bahkan internasional seperti seminar nasional tentang: Korupsi yang disebut Extra Ordinary Crime bersama Ketua KPK Pusat bapak Agus Rahardjo, Terorisme, Radikalisme dan Intoleran bersama Pangdam II/Sriwijaya, bapak Mayjen TNI Sudirman, diskusi 4 Pilar Kebangsaan bersama wakil ketua MPR bapak Ahmad Muzani, dan kali ini seminar Internasional Kesehatan yang akan dibuka Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M (K).

Menurutnya diskursus kesehatan ini memiliki posisi dan memainkan peranan penting dalam menentukan bentuk, corak dan sistem sebuah tatanan komunitas manusia atau masyarakat bangsa.

“Maju atau mundurnya satu bangsa bergantung pada SDM yang cerdas dan sehat yang dimilikinya. Kedua faktor ini harus terintegrasi sebagai satu kesatuan yang utuh dan padu. Tapa ditopang kesehatan, kecerdasan tidak berarti apa-apa, demikian sebaliknya,” tuturnya.

Menurutnya, tidak cukup hanya cerdas (smart) saja yang harus dimiliki oleh generasi kita ke depan, tatapi juga harus sehat, physically and mentally. Dengan demikian, faktor kesehatan ini menjadi sangat penting (tobe or not tobe) dalam membangun manusia paripurna (kaafah) sebagai generasi yang mampu mengoptimalkan potensi dirinya, membangun lingkungan, masyarakat dan bangsanya yang maju, kompetitif, berdaulat dan berwibawa serta mampu eksis menjadi subyek di era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotik yang disebut fenomena disruptive innovation yang dapat menciptakan berbagai unicorn atau start-up start-up baru.

Seminar Kesehatan ala Rasulullah

Selain menyadarkan umat, seminar yang diadakan di Hotel Sheraton itu juga bertujuan menghapus dikotomi ilmu yang selama ini memisahkan antara ilmu dan agama.

“Dikotomi yang terjadi di Indonesia sudah mendarah daging, doktrin peninggalan penjajah yang memisahkan antara ilmu dan agama menjadi penyebab ilmu kita tidak maju-maju,” tegasnya.

Karenanya dalam Seminar terbatas yang hanya menerima 200 peserta tersebut akan mendatangkan beberapa pakar sebagai pembicara.

Akan hadir juga Proff DR Abdul Aziz Al Safi bin Ismail dari Fakultas Kedokteran Lincoln University College Malaysia dengan tajuk “Pengobatan Rasulullah dalam Tinjauan Sains”.

Dr Muhammad Iqbal Basri, M.Kes. Sp.S Spesialis Syaraf Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makasar dengan tema “Al Quran dan Hubungannya dengan Sistem Syaraf (Neurosains)”.

Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes, Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M. KEs, M. H. Kes., dengan tajuk “Pengobatan Tradisional dan Kebijakan Pemerintah Penggunaan Obat-Obat Herbal”.

Pembicara lainnya adalah H.Agung Yulianto, SE, Ak. M.KomD, Direktur Utama PT.HPAI dengan judul “Prospek Penyediaan Produk Halal di Indonesia”.

KH. Yakhsyallah Mansur, Ketua Dewan Penasehat Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud dengan tema “Konsep Kesehatan dalam Perspektif Islam”.

Sementara itu yang akan memberikan sambutan dalam acara tersebut adalah Muhammad Ridha Ficardo, M.SI (Gubernur Lampung), Prof. Dr. Ir. H. Achmad Arifien B., M.Agr (Ketua Yayasan SHMA), dan Dr. L. Solehuddin, M.Pd. (Wakil Direktur I. Bidang Akademik Shuffah al-Quran).

Seminar ini mengajak seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten kota, Kepala kepala Rumah Sakit Lampung, Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) se-Lampung, Anggota IAI se-Lampung, Praktisi Herbal, Fakultas Kedokteran, Perguruan Tinggi Kesehatan, Tokoh dan Ulama, Dokter dan tenaga medis lainnya untuk berpartisipasi dalam acara ini.

Share

Leave comment