Membumikan al-Quran, SQABM Jejaki Kerjasama Antar Desa Bangun Lembaga Tahfidz

Muhajirun – Dalam upaya membumikan al-Quran ke pelosok negeri, Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud (SQABM) berencana untuk menjejaki kerjasama antar desa untuk membangun lembaga tahfidz.

“Animo masyarakat terhadap lembaga tahfidz kian hari kian membludak, hanya terkendala faktor ekonomi membuat masyarakat menengah ke bawah belum mampu untuk menyekolahkan anaknya karena biayanya yang terlalu tinggi, karenanya  SQABM hadir memberikan solusi,” kata Heri Budianto MT Bidang Pengembangan dan Kerjasama Shuffah al-Quran.

Heri mengatakan pihaknya sudah survei ke beberapa lembaga tahfidz besar di Sumatera dan Jawa masih menerapkan high cost untuk pembelajaran al-Quran yang akhirnya menyebabkan masyarakat lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah umum.

Wakil ketua II Shuffah al-Quran itu mengatakan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari Komunitas Belajar al-Quran  (Komjaraq) online yang dirintis oleh Shuffah al-Quran lima tahun lalu. Hanya hasil dari evaluasi program ini, Heri mengakui program  tersebut memiliki banyak keterbatasan saat di lapangan.

“Ini program lanjutan kita setelah banyak kendala yang kami hadapi, karena tidak semua desa memiliki akses internet dan alat yang memadai, maka dengan didukung oleh perangkat desa dengan mendirikan lembaga tahfidz akan terwujud masyarakat cinta Al-Quran di pelosok negeri,” katanya.

Heri menambahkan, salah satu upaya mewujudkan agar terlaksananya program tersebut Shuffah al-Quran mengirim beberapa mahasiswanya untuk menjalankan program yang telah disepakati di beberapa desa yang sudah menjalin kerjasama.

Ada dua jenis kelas SQABM yang terbuka untuk umum, pertama, Sistem Reguler, yaitu kuliah bagi mahasiswa yang menginginkan nantinya mendapat ijasah S1, yang memenuhi kriteria sebagai sarjana. Kuliah dengan tutorial sistem klasikal langsung di kampus, selama empat tahun atau delapan semester (153 sks).

Kedua, Sistem Kuliah Online, yang bisa diikuti siapa saja, dari mana saja dan kapan saja. Program ini bisa diikuti secara individu, dengan mendaftar melalui online di website shuffahalquran.ac.id atau melalui Komunitas Belajar Al-Quran Jarak Jauh (Komjaraq).

Kelas-kelas bersama Komjaraq mendapat respon positif dari umat Islam di daerah-daerah, seperti di Semarang, Wonogiri, Jogjakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Samarinda, dan sebagainya. Bahkan beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di luar Indonesia, ikut serta dalam program belajar Al-Quran online ini, seperti di Malaysia, Mesir, Palestina dan Sudan.

Share

Leave comment