Tangkal Pengaruh Hegemoni Sosial, Shuffah al-Quran Kirim Mahasiswa PPL di Desa-desa

Muhajirun – Dalam upaya menangkal pengaruh hegemoni sosial, Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud akan mengirim mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di desa-desa.

“Ini sebagai salah satu upaya kita dalam mencegah hegemoni sosial dan perbaikan akhlak di era digitalisasi”, kata Sukismanto di sela-sela waktu memberikan pembekalan kepada 21 calon mahasiswa PPL di ruang kelas Shuffah al-Quran.

Dia mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini, harus diimbangi dengan lembaga resmi yang ada di setiap desa untuk menghalau kehancuran generasi muda dari ketimpangan sosial.

“Sebagai tindak lanjut kita dalam program pengiriman mahasiswa PPL ke desa-desa, kita akan bekerjasama dengan desa untuk membangun lembaga tahfidz sebagai benteng kerusakan generasi kita di masa mendatang” katanya.

Sukismanto menjelaskan alasannya mengapa program ini mengambil tingkat pemerintahan terendah dalam tatanan pemerintahan, karena capaian pengelolaan atau indikator keberhasilan pemerintah bisa dilihat dari capaian di tingkat desa.

Menurut dosen pembimbing PPL itu, jika program ini berhasil di tingkat desa bukan tidak mungkin akan menjadi rujukan di tingkat kecamatan dan kabupaten.

“Mahasiswa harus proaktif dengan perangkat desa untuk menyuarakan program ini di tingkat kecamatan dan kabupaten akan pentingnya program ini yang tujuannya sebagai sebuah upaya pembinaan mental kerohanian di era digital ini, bahwa dunia yang menuju kehancuran jika ingin selamat harus kembali kepada al-Quran,” tegasnya.

Sebanyak 21 Mahasiswa Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud rencananya akan dikirim ke beberapa desa di Kecamatan Natar. Setidaknya ada empat desa yang akan menjadi desa tujuan PPL yaitu, Branti, Natar, Negararatu, dan Sukabanjar.

 

Share

Leave comment