Wakil Ketua MPR: Pancasila Akan Kuat Dengan Adanya Orang Berakhlak

Muhajirun – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Ahmad Muzani mengatakan Pancasila dan Indonesia akan kuat jika diisi dengan orang orang yang berakhlak serta bermoral.

Demikian ia sampaikan dalam kuliah umum Sekolah Tinggi Shuffah Quran Abdullah bin Mas’ud (STSQABM) yang diadakan di Masjid An-nubuwwah, Komplek Ponpes Al-Fatah Shuffah Hizbullah, Muhajirun, Lampung Selatan, Senin (25/2).

Menurutnya, Indonesia tidak hanya memerlukan orang pintar semata.
“Negara butuh orang yang kuat, pinter, cerdas, disiplin, dan yang pasti terdidik. Kalau kita cerdas, terdidik, kuat, negara kita tidak akan diintervensi oleh negara lain,” tegasnya.

Dilihat dari banyaknya kasus korupsi dan narkoba, itu merupakan contoh bahwa negara kita butuh orang-orang yang berakhlak.

Dapat juga mengambil contoh saat perumusan Pancasila. Adanya toleransi beragama yang besar dalam perbedaan pendapat, hingga pada akhirnya disetujui sila pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Ia mengatakan, peran mahasiswa dan santri dalam pembangunan negara ini pun harus terlihat. Terutama sebagai semangat dan energi bagi perubahan, pendorong bagi kemajuan.

Ia berpesan kepada santri dan mahasiswa untuk memanfaatkan ilmu yang telah dimiliki, serta terus mencari hal bermanfaat yang belum diketahui.

Dengan memahami empat pilar kebangsaan, mahasiswa akan mengerti bagaimana menjaga negara Indonesia dengan baik.

“Kalian gunakan kecanggihan media seperti handphone untuk hal yang bermanfaat. Gunakan otak dan akal dengan baik dalam bentuk kreativitas, sehingga dapat berkontribusi bagi negara,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pembina Utama STSQABM, Imamul Muslimin Yakhsyallah Mansur yang juga sebagai pembicara menyampaikan sepuluh Langkah mempersatukan umat.

“Dalam kondisi yang krusial sekarang ini, mari perkuat tali ikatan persatuan dengan berdakwah/ menyampaikan, istiqomah, jangan mengikuti hawa nafsu, beriman kepada Al-Quran, terus berlaku adil, mengakui Allah sebagai Tuhan, maksimal dalam bekerja, jangan banyak berdebat, berjamaah, dan kembali kepada Allah,” ujarnya.

Ia berharap semoga umat Islam mencontoh Rasulullah yang selalu bermusyawarah dalam mengambil keputusan dalam hal kecil sekalipun.

“Seperti MPR-RI yang berusaha memeras pikiran demi kebaikan NKRI,” pungkasnya.

Sumber: Mi’raj News Agency (MINA)

Share

Leave comment