Berdirinya Shuffah al-Quran Upaya Lahirkan Kader Pembebas al-Aqsha

Putrajaya, Malaysia – Ketua Pembina Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud, Yakhsyallah Mansur mengatakan berdirinya Kampus Sahabat Rasulullah merupakan salah satu upaya menyiapkan kader pembebas Masjid al-Aqsha.

Hal itu disampaikan pada konferensi internasional “ASEAN Plus NGOs Conference in Defence of Baitul Maqdis and Al-Aqsa” di Putrajaya, Malaysia, Ahad (24/3).

Pembina Aqsha Working Group (AWG) itu mengatakan bahwa lembaganya telah banyak upaya yang dilakukan untuk memberikan kesadaran kepada umat akan urgensi Masjid al-Aqsha bagi kaum Muslimin.

Pada sesi ke-5 dalam diskusi tersebut Yakhsyallah menegaskan peranan ulama sangat besar dalam menyadarkan umat.

“Peran ulama dalam pembebasan Masjid al-Aqsha adalah sangat penting. Ulama wajib menggaungkan suara kebenaran kepada seluruh umat manusia tentang kondisi Masjid Al-Aqsa yang sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Dia mengatakan telah banyak yang dilakukan oleh lembaga yang dibinanya, diantaranya seminar dan konferensi, tablig akbar, gerak jaan cinta Al-Aqsa, pameran foto tentang Al-Aqsa, penggalangan dana, mendirikan rumah sakit di Gaza, dan masih banyak yang lainnya.

Dalam kesempatan yang dihadiri oleh berbagai tokoh dari beberapa negara diantaranya Turki, Palestina, Yordania memperumpamakan ulama sebagai penyelamat.

“Ulama itu bagaikan perahu penyelamat yang menyelamatkan umat dari gelombang yang akan menenggelamkan mereka. Dan bagaikan pelita yang membimbing umat ke jalan yang lurus ketika mereka melalui jalan yang tersesat, ketika mereka terpecah dalam kegelapan hidup,” katanya.

Share

Leave comment