Indonesia Jadikan Gaza Sebagai Rujukan untuk Ilmu dan Tafsir Al-Quran

Muhajirun – Indonesia, melalui Sekolah Tinggi Shuffah Al-Quran Ibnu Masud (STSQABM) menjadikan Gaza sebagai rujukan untuk ilmu dan tafsir al-Quran.

Hal itu disampaikan oleh Imaam Jamaah Muslimin (Hizbullah), WADIR II STSQABM Ir. Heri Budianto. MT di kantornya Muhajirun Negararatu.

“STSQBM telah mengadopsi secara total kurikulum ilmu dan tafsir al-Quran dan menjadikan Dosen pengampu Mata kuliah tersebut langsung dari Gaza,” kata Heri.

Setidaknya untuk mendapatkan kesempurnaan dalam pentransferan ilmu tersebut, kata Heri, STSQABM memiliki dua dosen pengampu dalam bidang akademik (ilmu dan tafsir) Dr. Mahmoud Anbar dan non akademik (qiraat) diampu oleh DR. Abdurrahman Jamal.

Dia menambahkan, alasan Lembaga Tinggi unggulan berbasis Al-Quran tersebut berkiblat kepada kurikulum Gaza adalah lengkapnya metode yang diterapkan menjadi faktor utama

“Kita ketahui bersama bahwa kemajuan untuk metode ilmu dan tafsir al-Quran yang terperinci di dunia adalah di Gaza, bahkan mereka sudah memiliki metode untuk tunarungu,” katanya.

Heri meyakini Indonesia akan menjadi pusat pembelajaran ilmu dan tafsir Al-Quran se-Asia melalui STSQABM kinerjanua langsung dibawah pengawasan Kementrian Agama.

Tentang STSQABM

Sekolah Tinggi Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud (STSQABM) merupakan Lembaga Tinggi unggulan berbasis Al-Quran, dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil ’alamin.

Melalui lembaga yang digagas oleh (Almarhum) Syekh Imam Muhyiddin Hamidi, STSQABM memiliki visi dan misi agar mampu menjadi rujukan pengkajian, pengajaran dan pengamalan ke ilmuan berbasis Al Qur’an serta ikut memberikan konstribusi berbagai permasalahan Bangsa dan Negara dengan pendekatan Spritual dan Akhlaqul Karimah.

Termotivasi oleh tuntutan dan kebutuhan besar dalam menyikapi perkembangan dan kemajuan strategis di era global, dibutuhkan adanya
ketersediaan SDM yang terintegrasi dan berdaya saing secara nasional maupun internasional sebagai hasil darisebuah pendidikan tinggi yang berkualitas, responsif, adaptif dan berakhlaqul karimah serta biaya terjangkau, maka PPlSH mulai tahun ajaran 2017/2018 membuka Perguruan Tinggi dengan nama Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud (SQABM) Online dan teah mendapat izin pendirian dari Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dengan SK No.3373/2017.

Adapun tenaga pendidik STSQABM diantaranya pakar Tafsir dari Palestina, Prof. Dr. Abdurrahman Yusuf Al-Jamal, Pakar Qiroat dari Palestina, Mahmud Anbar, Sirah Nabawiyah dari Nigeria Dr. Ahmad Abdul Malik, dan lain sebagainya.

Sekolah Tinggi Shuffah al Qur’an Abdullah bin Masud yang terletak di Muhajirun, Negararatu Natar Lampung Selatan, menerapkan kurikulum berbasis al-Quran dengan pola Shuffah Rasulullah yang mengintegrasikan tiga aspek utama kecerdasan manusia, yaitu: spiritual (hati), intelektual (otak) dan profesional (fisik).

Sementara program studi yang dibuka adalah Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, dengan profil sebagai berikut: Al-Qur’an sebagai sumber pengetahuan, mencakup disiplin ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh umat manusia dalam mengatur dan mengolah bumi dan isinya untuk kemaslahatan, kesejahteraan dan kemakmuran umat secara komprehensif dan bersifat rahmat.

Share

Leave comment