Man Jadda wa Jadda itu Ada

Sesuatu yang besar, selalu dimulai dari yang kecil. Sama seperti apa yang pernah dilalui Allah Yarham Imaam Muhyiddin Hamidi sebagai perintis Shuffah al-Quran (SQABM), awalnya sepi, senyap dukungan tanpa perhatian. Mendirikan kampus al-Quran online memberantas buta-baca firman Allah masih dipandang sebelah mata.

Pemikiran beliau jauh sebelum dunia internet marak digunakan, saat ini menjadi idaman. Dengan izin Allah, semua lapisan masyarakat mulai ‘melek’, banyak lembaga tahfidz tumbuh berkembang hingga di pelosok desa. Begitupun dengan kehadiran SQABM, seiring berjalannya waktu mulai dikenal dan mendapat perhatian.

Terlebih pasca undangan Silaknas ICMI pada 7-9 Desember lalu di Gedung Pasca Sarjana Universitas Bandar Lampung, 7-9 Desember 2018 dibuka Presiden Jokowi dan ditutup Wapres Yusuf Kala yang di hadiri 500 Profesor dan Doktor seluruh Indonesia ditambah 11 Negara Asia Tenggara, SQABM mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Makalah yang disampaikan Dr. Lili Solehuddin dijadikan Program kerja unggulan tahun 2O19, yaitu mendirikan Sekolah Tinggi Al Quran dan Sain seluruh Provinsi di Indonesia di bawah binaan ICMI langsung dan Proposal kita akan dikaji secara mendalam.

Melalui kampus ini, beliau berencana gedung 3 (tiga) lantai tersebut berintegrasi dengan Masjid sebagaimana pola Tarbiyah Rasulallah, menjadikan satu kesatuan antara Tarbiyah, Masjid dan Al Quran.

Dibangun di atas tanah seluas 4375 m2 dengan luas bangunan 2.320 m2, membutuhkan dana 10.5 Milyard. Di depan kampus nantinya akan berdiri kokoh Monumen al-Quran sebagai suatu Filosofi dasar Civitas Akademika menjadikan al-Quran Referensi Utama dalam beraktivitas, pendidikan dan pengajaran, penelitian, riset dan pengembangan serta pengabdian Masyarakat. Selain kelas, gedung ini akan dilengkapi dengan perpustakaan al-Quran yang akan menampilkan sejarah al-Quran sampai dengan perkembangan terakhir percetakan al-Quran juga tafsir ulama-ulama besar dalam berbagai bahasa seluruh dunia.

Tidak hanya itu, kampus yang berada di tengah komplek Pondok Pesantren Al-Fatah seluas 100 hektar tersebut juga akan dibangun ruang Laboratorium al-Quran tempat Ulama dan Cendikiawan melakukan penelitian, menjawab permasalahan ummat manusia dengan al-Quran. Terdapat juga ruang Auditorium tempat ulama dan cendikiawan muslim menyampaikan hasil penelitian dan gagasan segar tentang keumatan dan didiskusikan oleh para pakar.

Kami mengajak antunna berkontribusi dalam melahirkan cendikiawan Muslim mengembalikan kejayaan Islam dengan berdonasi untuk pembangunan ‘Kampus Sahabat Rasulullah’ ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Donasi:

Bank Mandiri Syariah norek 7098711688 a.n Shuffah Al Quran

Konfirmasi 0813-6993-4416 (Heri Budianto)

Share

Leave comment