Ratusan Praktisi dan Akademisi Kesehatan Ikuti Seminar Internasional Kesehatan Islami Ala Rasulullah

Bandar Lampung – Ratusan praktisi dan akademisi kesehatan Lampung mengikuti Seminar Internasional Kesehatan Islami Ala Rasulullah yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud.

“Alhamdulillah data yang masuk ke kita 200 orang baik itu praktisi, akademisi, herbalis, maupun aktivis yang bergelut dalam bidang kesehatan,” kata ketua acara Heri Budianto.

Heri mengatakan mereka yang hadir terdiri dari kepala Dinas Kesehatan Propinsi / Kabupaten / kota di Provinsi Lampung, Kepala-Kepala Rumah Sakit, Anggota IDI, Anggota Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), Anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Praktisi/penyalur Herbal, Praktisi Bekam, Praktisi Rukiyah Syariah, Fakultas Kedokteran, Perguruan Tinggi Kesehatan, Perguruan Tinggi Farmasi, dan lain-lain.

Heri mengatakan mereka sengaja diundang untuk bisa berkontribusi membangun masyarakat kembali kepada sunnah Rasulullah dengan menjalankan pengobatan yang dicontohkan kepada utusan Allah.

“Jika mereka semua kembali kepada syariat Islam dalam melakukan aktifitasnya, termasuk kesehatan semua pasien merasa nyaman dan aman tentunya, baik, fisik akidah dan hartanya,” tegasnya.

Wakil Direktur II itu mengatakan kegiatan ini merupakan Misi utama Shuffah al-Quran yang meyakini bahwa Al Quran adalah sumber ilmu pengetahuan dan mampu memberi jawaban berbagai problematika yang dihadapi manusia.

“Al-Quran mampu menjadi memberikan solusi untuk semua masalah umat, tidak hanya pada tataran konsepsi tapi aplikasi di lapangan begitu juga bidang kesehatan,” terangnya.

Sementara itu sambutan lainnya akan dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. H. Achmad Arifien B., M.Agr (Ketua Yayasan SHMA), dan Dr. L. Solehuddin, M.Pd. (Wakil Direktur I. Bidang Akademik Shuffah al-Quran).

Seminar Kesehatan ala Rasulullah

Selain menyadarkan umat, seminar yang diadakan di Hotel Sheraton itu juga bertujuan menghapus dikotomi ilmu yang selama ini memisahkan antara ilmu dan agama.

“Dikotomi yang terjadi di Indonesia sudah mendarah daging, doktrin peninggalan penjajah yang memisahkan antara ilmu dan agama menjadi penyebab ilmu kita tidak maju-maju,” tegasnya.

Karenanya dalam Seminar terbatas yang hanya menerima 200 peserta tersebut akan mendatangkan beberapa pakar sebagai pembicara.

Akan hadir juga Proff DR Abdul Aziz Al Safi bin Ismail dari Fakultas Kedokteran Lincoln University College Malaysia dengan tajuk “Pengobatan Rasulullah dalam Tinjauan Sains”.

Dr Muhammad Iqbal Basri, M.Kes. Sp.S Spesialis Syaraf Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makasar dengan tema “Al Quran dan Hubungannya dengan Sistem Syaraf (Neurosains)”.

Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes, Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M. KEs, M. H. Kes., dengan tajuk “Pengobatan Tradisional dan Kebijakan Pemerintah Penggunaan Obat-Obat Herbal”.

Pembicara lainnya adalah H.Agung Yulianto, SE, Ak. M.KomD, Direktur Utama PT.HPAI dengan judul “Prospek Penyediaan Produk Halal di Indonesia”.

KH. Yakhsyallah Mansur, Ketua Dewan Penasehat Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud dengan tema “Konsep Kesehatan dalam Perspektif Islam”.

Seminar ini mengajak seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten kota, Kepala kepala Rumah Sakit Lampung, Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) se-Lampung, Anggota IAI se-Lampung, Praktisi Herbal, Fakultas Kedokteran, Perguruan Tinggi Kesehatan, Tokoh dan Ulama, Dokter dan tenaga medis lainnya untuk berpartisipasi dalam acara ini.

 

 

Share

Leave comment