Sekolah Tinggi Shuffah al-Quran Abdullah Bin Masud Adakan Seminar Internasional Kesehatan Islami ala Rasulullah

Bandar Lampung – Sekolah Tinggi Shuffah Al Quran Abdullah bin Masud (SQABM) menyelenggarakan “Seminar Internasional Kesehatan Islami, Kupas Tuntas Kesehatan ala Rasulullah” yang diselenggarakan pada Sabtu pagi (27/4).

Keempat pakar kesehatan yang jadi pembicara seminar adalah Prof. DR Abdul Aziz Al Safi bin Ismail dari Fakultas Kedokteran Lincoln University College Malaysia  tentang “Pengobatan Rasulullah dalam Tinjauan Sains“; dr Muhammad Iqbal Basri, M.Kes. Sp.S  Spesialis Syaraf Fakultas Kedokteran UNHAS tentang “al-Quran dan Hubungannya dengan System Syaraf (neurosains)” ;  H. Agung Yulianto, SE, Ak. M.Kom Direktur Utama PT.HPAI “Prospek Penyediaan Produk halal di Indonesia” ; dan Dr.dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A (K), M.Kes, M.H.Kes Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes  tentang ”Pengobatan Tradisional dan Kebijakan Pemerintah dalam Penggunaan Obat-obatan Herbal”.

Rencananya yang akan menjadi Keynote Speaker dalam acara tersebut adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes.

Dijadwalkan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) bersama dengan Gubernur Lampung Ridha Ficardho akan memberikan sambutan pada acara yang diikuti oleh 250 orang praktisi, akademisi, aktivis yang bergelut dalam bidang kesehatan.

Ketua Panitia Penyelenggara, Heri Budianto mengatakan seminar itu bersifat gratis, ia mengharapkan seminar akan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Propinsi /  Kabupaten / kota di Provinsi Lampung, Kepala-Kepala Rumah Sakit, Anggota IDI, Anggota PDHMI, Anggota IAI, Praktisi/penyalur Herbal, Praktisi Bekam, Praktisi Rukiyah Syariah, Fakultas Kedokteran, Perguruan Tinggi Kesehatan, Perguruan Tinggi Farmasi, Mahasiswa SQABM, Dewan Imamah, Dokter dan tenaga kesehatan internal.

Tujuan Seminar

Ketua Panitia berharap dengan adanya seminar yang merupakan rangkaian Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah), 27-28 April 2019 itu akan tumbuh kesadaran kaum muslimin kembali kepada pengobatan yang pernah dicontohkan Rasulullah.

“Selain terbukti atas izin Allah bisa menyembuhkan, bisa dibuktikan secara ilmiah atau medis, dan yang sangat mendasar adalah bernilai ibadah karena mengikuti sunnah Rasul,” katanya.

Heri mengatakan kegiatan ini merupakan tugas utama Shuffah al-Quran di bidang Riset dan Kajian Ilmiah berbasis al-Qu’ran sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Peserta tidak dikenakan biaya. Tujuan utama menggugah kesadaran kaum Muslimin khususnya peserta akan pentingnya mengikuti konsep kesehatan menurut tata cara Rasulullah,” jelasnya.

Heri menambahkan, “Selain terbukti tercegah dari penyakit, bisa sembuh atas izin Allah bisa dibuktikan secara ilmiah atau medis yang sangat mendasar bernilai ibadah, karena ittiba’ kepada Rasulullah sebagai buah kecintaan kita kepada-nya yaitu menghidupkan sunnah di bidang kesehatan”.

 

 

 

Share

Leave comment